Selasa, 17 Mei 2016

Acara Puncak Milangkala ke 4 F-PSK (Forum Penulis Seluruh KPI)

Acara puncak milangkala ke 4 Forum Penulis Seluruh KPI, diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 10 Desember 2014, di mulai dari pukul 16.00 sampai dengan 18.00, yang bertempat di Auditorium lama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, acara ini dihadiri oleh anggota F-PSK, acara ini dilaksanakan sebagai bentuk syukuran atas Milangkala F-PSK yang ke 4, dan acara ini berbeda dengan acara-acara pada umumnya, karena rangkaian acara dalam acara ini dibentuk menjadi sebuah drama yang menarik.
            Tidak hanya itu, sebelum acara puncak diselenggarakan, F-PSK mengadakan rangkaian Milangkala terlebih dahulu, yang mereka sebut “Road to Milangkala”. Rangkaian acaranya yaitu pekan cipta naskah film, pekan cipta naskah drama, lomba baca puisi, dan taman seribu puisi, dan juga ada sebuah rangkaian acara yang sangat luar biasa yaitu Diskusi Publik dengan tema “Kenapa Al-Qur’an ditulis?”, dan yang mengisinya pun orang yang sangat luar biasa, yaitu Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.A.
            Dalam acara puncak Milangkala, tidak hanya anggot F-PSK yang hadir, namun juga ada dari komunitas lain, bahkan ada yang dari lintas fakultas. Yang menjadi luar biasa pada acara ini adalah dengan hadirnya bapak Ius Kadarusman bin Engkos Kosasih, seorang seniman dan pembina teater Menara Salman ITB, sebagai bintang tamu.
            Ada yang unik dalam acara puncak Milangkala ke 4 F-PSK ini, yaitu rangkaian acaranya dibentuk menjadi sebuah drama yang dimaninkan oleh anggota F-PSK sendiri, dan pak Ius Kadarusman yang sebagi bintang tamu pun ikut mengisi acara dengan membacakan beberapa puisi karangannya. Sehingga acara ini tidak monoton dan meski sederhana, acara ini tetap meriah. “Acaranya luar biasa, meski sederhana dan yang mengadakannya komunitas kecil, tapi terlihat mewah dan seru”. Kata salah seorang penonton.
            Acara ini berjalan selama dua jam, dan tidak ada hambatan apa pun. “Aku terharu sekali, sebelumnya aku berpikir acara ini tidak akan sukses, karena waktu kita latihan gak benar. Tapi, ternyata acara ini berjalan lancar, aku ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah berjuang keras untuk acara ini, dan selalu solid.” Kata salah seorang anggota F-PSK ketika berkumpul untuk evaluasi. 
 
Repost 16 Desember 2016

KENANGAN USANG

Aku hanyalah sebuah kenangan usang
Yang tak berarti apa-apa
Cukupku simpan dalam hati
Tanpa harus ku ingat lagi
Semua hanyalah angin lalu
Yang datang dengan senyuman
Dan pergi dengan menyisakan
Sebuah luka yang mendalam
Ku ingin pergii jauh
Meninggalkan semua kenangan
Yang menyakitkan hati
Dan membuatku tak berdaya 
 
Repost  18 Desember 2014


Sahabatku

Aku terdiam dalam gelapnya malam
Menatap langit tanpa bintang
Aku terdiam sendiri, hanya
Ditemani tetesan air hujan

Begitu banyak yang telah kita lalui bersama
Yang akan selalu aku simpan dalam hati
Namun, semua hanyalah tinggal kenangan
Kenangan manis yang akan selalu tersimpan

Mungkin, aku hanyalah bagian dari masa lalumu
Yang telah kau lupakan
Yang tak lagi kau anggap
bahwa aku ada di hatimu

Sahabatku
Dimanakah engkau
Aku merindukanmu
Selalu 

Repost 10 Mei 2015


Sabtu, 14 Mei 2016

Waktu yang Berlalu

     Sedetik, dua detik. Semenit, dua menit. Sejam, dua jam. Waktu terus berjalan. Sehari, dua hari. Waktu terus berlalu. Seminggu, bahkan dua minggu tidak terasa. Ya, sekarang sudah dua minggu di bulan Mei. Dan apa yang terjadi? Sudah dua minggu aku tidak update --posting tulisan. Kenapa? Ah, jangan tanya kenapa, pasti sudah tahu jawabannya. Lelah, yang akhirnya menjadi malas. Padahal seharusnya itu tidak terjadi.

     Menyesal? Tentu saja. Kesal? Pasti. Padahal, beberapa hari dari dua minggu itu ada cerita. Tentu saja cerita yang tidak biasa, karena berbeda dari hari-hari biasanya. Baiklah, aku akan ceritakan singkatnya, untuk mengobati penyesalanku karena tidak menulis selama dua minggu.

02 Mei 2015
     Aku mendapatkan sebuah hadiah dari seorang teman --ingat, hanya teman. Dia memberikan pada tanggal tersebut karena takut dianya keburu pulang, jika menunggu tanggal 4 Mei. Baiklah tidak apa-apa, dan aku tidak membuka kadonya sebelum tanggal 4. Aku bisa menebak kado tersebut adalah sebuah buku.

04 Mei 2016
     Aku ulang tahun, dan itu merupakan ulang tahunku yang ke-21. Ya, aku sudah 21 tahun hidup di dunia ini. Sebenarnya aku berharap pada ulang tahunku yang ke-21 ini, akan ada hal yang berbeda. Tapi apa yang terjadi? Sama saja seperti 20 tahun aku ulang tahun. 

     Pada malam sebelum tanggal 4, ada mantan aku --AM-- yang nelpon. Dan telponan sampai larut. Dan pada pukul 00.07 dia nelpon lagi, mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi alu tidak terlalu merespon, karena rasa kantuk sangat menguasai.

     Lalu, paginya setelah selesai kuliah, aku berangkat pulang bersama seorang teman. Dan sampai ke rumah kira-kira pukul 17.00. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Setelah mandi dan shalat, aku diajak ibu untuk ke rumah nenek. Dan apa yang terjadi? Ya Allah, nenek terbaring lemas di atas kasur, tanpa bisa bergerak atau sekedar membuka mata.

06 Mei 2016
     Sejak malam, listrik mati. Dan karena listrik mati, aku menahan pipis --karena takut keluar, tidak ada cahaya. Setelah ayah datang, baru aku keluar. Dan listrik matinya lama sekali. Bahkan sampai subuh lewat pun belum menyala.

     Ayah menyalakan tungku untuk menanak nasi. Dan sampai pukul 05.00 ibu belum datang juga dari rumah nenek, tidak seperti biasanya yang suka pulang sebelum subuh, aku khawatir ada apa-apa. Perasaanku mulai aneh, pukiranku mulai liar --memikirkan sesuatu yang mungkin terjadi. Dan ketika setengah enam lebih, ibu pun datang. Dan mengatakan bahwa nenek telah tiada. “Inna Lillahi Wainna Ilai Raji'un". Ibu meminta ayah untuk membawa selang air, dan memintaku menyelesaikan menanak nasi, dan segera menyusul ke rumah nenek.

     Mungkin itu saja untuk hari ini, sebenarnya masih banyak hal-hal yang terjadi. Tapi, untuk sekarang tidak bisa diceritakan. Kita ceritakan kapan-kapan.

     Ah, semoga aku tidak mogok lagi menulis.

Bandung, 14 Mei 2016

Sabtu, 30 April 2016

SIRNA



Saat mata tak mampu lagi melihat
Saat telinga tak mampu lagi mendengar
Saat kaki tak mampu lagi melangkah
Saat tangan tak mampu lagi menggapai

Aku sadar, betapa lemahnya diri ini
Lemah tak berdaya
Tak ada lagi yang mampu aku lakukan
Dalam menjalani hidup ini

Aku tak tahu harus berbuat apa
Aku tak tahu harus bagaimana
Semua harapanku sirna
Sirna tanpa tersisa

Repost 21 November 2014

Story of Weekend



     Sebenarnya, hari ini berjalan biasa saja. Sama seperti hari yang lain. Memang begitulah hidupku. Tidak ada yang spesial, tapi aku tetap menikmatinya. Bagaimana pun, hidup adalah anugerah yang diberikan Tuhan berikan padaku. 

     Di sini aku akan bercerita tentang hari ini. Meski hari ini belum berganti, tapi biarlah. Inilah ceritanya.

     Pada pukul 02.15 aku terbangun, sebenarnya bukan terbangun sendiri, tapi karena alarm. Lalu aku matikan alarm itu. Aneh sekali, padahal alarm itu bunyinya sangat keras, tapi tidak ada satu pun yang bangun. Begitulah setiap pagi pekerjaanku saat bangun tidur, jadi tukang mematikan alarm.

     Karena aku hari ini gak kuliah, jadi aku tidak langsung bangun. Setelah pukul 02.30, aku membangunkan salah satu teman kamar --sesuai permintaannya, katanya mau nyuci. Sudah hampir seminggu dia minta dibangunkan pada pukul segitu, tapi tidak pernah bangun. Tapi hari ini --akhirnya bangun, mungkin karena sudah terlalu menumpuk pakaian kotornya. Aku pun ngantri darinya, dan mandi. Setelah mandi dan wudhu, aku pun shalat. Menunggu adzan subuh berkumandang.

     Setelah adzan berkumandang, aku pun berangkat ke masjid untuk berjamaah. Namun, di masjid ada sesuatu yang terjadi, seekor kucing yang selalu berkeliaran di masjid ketika shalat dan mengaji, dia ada di sana. Dan para santri ketakutan. Ketika mereka menggelar sejadah, terus kucing itu datang, mereka akan lari --pindah tempat.

     Dan ketika shalat, kucing itu loncat-loncat. Para santri --yang jamaah-- ketakutan, dan membatalkan shalatnya. Dan ternyata, kucing itu ke tempatku. Dan mencakar kakiku yang tertutup mukena. Ya ampun, apa sebenarnya yang dilakukan kucing itu. Dan untungnya, aku tidak terlalu takut, hanya sakit akibat goresan yang disebabkan cakaran kucing itu.

     Siangnya, sekitar pukul 09.00 aku dan seorang teman kelas pergi ke BAPUSIPDA (Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah) --singkatnya adalah perpustakaan. Tapi apa yang aku lakukan di sana? Aku ketiduran. Entah kenapa itu terjadi, mungkin karena aku terlalu lelah. Atau karena kurang tidur --di asrama susah tidur, jadinya kepala pusing dan saat ada tempat yang nyaman aku pun tertidur.

     Namun sayang, saat aku sudah di asrama. Aku ingin tidur, dan aku pun sudah mulai mengarungi dunia mimpi. Tapi eh tapi, ada anak-anak asrama yang ngobrol dan tidak bisa mengontrol volume  suaranya, dan itu mengganggu. Akhirnya aku terbangun, dan tidak bisa tidur lagi. Selalu, selalu begitu jika ingin istirahat di asrama. Susah sekali. Dan akibatnya, kepalaku menjadi sakit lagi. Aaah tersiksa sekali aku di sini.

     Tapi, apa pun yang terjadi, bagaimana pun keadaannya. Aku tetap tidak bisa pergi dari sini. Inilah satu-satunya tempatku yang aku punya. Tapi, semoga kesakitan dan kelelahanku menjadi modal untuk keauksesanku. Aaamiiin.

Bandung, 30 April 2016

Rabu, 27 April 2016

Kedisiplinan

     Tidak terasa waktu cepat berlalu, dan ini merupakan minggu terakhir di bulan April. Bagi yang bekerja, mungkin minggu ini adalah minggu-minggu yang ditunggu, karena akan menerima gaji. Tapi bagi anak rantau, seperti anak kuliah yang nge-kost atau di asrama, minggu ini adalah minggu gawat darurat, karena tanggal tua dan waktunya bekal habis.

     Tapi, berbicara tentang dunia kerja, sekolah, kuliah, bahkan dalam keluarga sekali pun, tidak terlepas dengan yang namanya kedisiplinan. Lalu, apa arti disiplin itu?

     Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disiplin diartikan sebagai ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib, dsb). Sedangkan dalam Wikipedia Indonesia, disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.

     Selain itu, para ahli memberikan pengerian disiplin dalam beberapa segi, di antaranya:
  1. Menurut James Drever dari sisi psikologis, disiplin adalah kemampuan mengendalikan perilaku yang berasal dari dalam diri seseorang sesuai dengan hal-hal yang telah di atur dari luar atau norma yang sudah ada. Dengan kata lain, disiplin dari segi psikologis merupakan perilaku seseorang yang muncul dan mampu menyesuaikan diri dengan aturan yang telah ditetapkan.
  2. Menurut Pratt Fairshild dari sisi sosiologi, disiplin terdiri dari dua bagian, yaitu disiplin dari dalam diri dan juga disiplin sosial. Keduanya saling berhubungan satu sama lain, sehingga seseorang yang mempunyai sikap disiplin merupakan orang-orang yang dapat mengarahkan perilaku dan perbuatannya berdasarkan patokan atau batasan tingkah laku tertentu yang diterima dalam kelompok atau lingkup sosial masing-masing. Pengaturan tingkah laku tersebut bisa diperoleh melalui jalur pendidikan dan pembelajaran.
  3. Menurut John Macquarrie dari segi etika, disiplin adalah suatu kemauan dan perbuatan seseorang dalam mematuhi seluruh peraturan yang telah terangkai dengan tujuan tertentu.


     Berdasarkan ketiga pengertian disiplin menurut para ahli di atas, bisa disimpulkan bahwa dari sudut pandang manapun, disiplin merupakan sikap yang wajib ada dalam diri semua individu. Mengapa? Karena disiplin adalah dasar perilaku seseorang yang sangat berpengaruh besar terhadap segala hal, baik urusan pribadi maupun kepentingan bersama. Untuk mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu, dibutuhkan latihan dengan kesadaran dari dalam diri akan pentingnya sikap disiplin sehingga menjadi suatu landasan bukan hanya pada saat berkerja, tetapi juga dalam berperilaku sehari-hari.

     Namun pada kenyataannya, disipin atau kedisiplinan itu hanya sekedar teori yang tidak banyak dilirik orang. Banyak orang yang tahu apa itu disiplin, tapi tidak mau mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

     Begitu banyak fenomena yang terjadi saat ini, yang tidak disiplin itu bukan hanya orang awam. Tetapi saat ini banyak sekali yang tidak disiplin, bahkan sampai pejabat negara pun banyak yang tidak disiplin. Jika para pejabat negara, para guru, para dosen, dan yang lainnya tidak disiplin, apa yang akan terjadi pada bangsa dan negara ini?

     Bagi diri pribadi saja, banyak akibat negatif yang disebabkan karena tidak disipin. Salah satu contohnya dalam dunia kerja, orang yang tidak disiplin akan kehilangan pekerjaannya.

     Semoga kita bisa disiplin dalam segala hal dan dalam kegiatan apapun.

Bandung, 27 April 2016